Temuidnews, JAKARTA — Yayasan Kartini Heritage Center (KHC) bersama Forum Dialog Nusantara (FDN) menggelar The Legacy Relay 2026 di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Mengusung tema “What Will Our Generation Leave Behind?”, kegiatan ini mengajak generasi muda mengambil peran nyata dalam membangun dan mewariskan Indonesia yang lebih baik menuju 2045.

Kegiatan yang menjadi bagian pendukung The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE 2026) tersebut diselenggarakan melalui dua rangkaian, yakni pameran tematik “Dari Ikrar Menjadi Warisan” pada 20 Oktober dan forum nasional The Legacy Relay 2026 – Special Sumpah Pemuda Forum pada 21 Oktober 2026.

Ketua Yayasan Kartini Heritage Center, Joddy Mulyasetya Putra, mengatakan bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai penting yang diwariskan pendahulunya.

Menurutnya, semangat persatuan para pemuda pada 1928, perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan pendidikan dan kesempatan, keteladanan Mohammad Hatta dalam integritas dan pemikiran kebangsaan, serta kontribusi B.J. Habibie dalam ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan inspirasi bagi generasi masa kini.

“The Legacy Relay dirancang untuk menghubungkan inspirasi dengan tindakan,” demikian pesan yang disampaikan Joddy dalam siaran pers kegiatan tersebut.

Forum nasional ini mempertemukan sekitar 150 peserta secara langsung, dengan partisipasi hybrid hingga 500 peserta. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, akademisi, profesional muda, wirausahawan, kreator, komunitas, hingga pelaku industri.

Diskusi berlangsung dalam delapan klaster strategis, meliputi karakter dan nilai kebangsaan, pendidikan dan ilmu pengetahuan, kesetaraan, ketahanan pangan, kewirausahaan dan industri, teknologi dan masa depan dunia kerja, kebudayaan dan kreativitas, serta partisipasi generasi muda dalam kehidupan berbangsa.

Hasil pembahasan dirangkum menjadi 28 Gagasan untuk Indonesia 2045, yang direncanakan dibukukan dalam Legacy Relay 2026. Gagasan tersebut diharapkan menjadi kontribusi pemikiran lintas generasi untuk menghadapi tantangan bangsa menjelang satu abad kemerdekaan Indonesia.

Forum ini juga menghadirkan sesi The Spark bersama kreator budaya Dara Sarasvati yang menyampaikan pesan “Jangan Menjadi Generasi Terakhir”. Pesan tersebut menegaskan bahwa generasi muda tidak cukup hanya membanggakan sejarah, tetapi juga perlu menjaga, mengembangkan, dan meneruskan warisan bangsa melalui karya dan tindakan nyata.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memberikan perspektif melalui video mengenai peluang ekonomi kreatif sebagai kekuatan ekonomi baru Indonesia, dengan mengoptimalkan ide, budaya, kreativitas, dan teknologi generasi muda.

Melalui pameran dan forum nasional ini, The Legacy Relay 2026 menegaskan bahwa warisan bangsa bukan semata-mata sesuatu yang diterima dari masa lalu, melainkan tanggung jawab yang harus dikembangkan untuk masa depan.

Menjelang Indonesia Emas 2045, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan yang mampu meninggalkan warisan berharga bagi generasi berikutnya.

Tagline: Warisan Tidak Berhenti Menjadi Sejarah.

Tinggalkan Balasan

Quote of the week

“Sebesar-besarnya harapan adalah cukup berharap kepada tuhan yang menciptakanmu”

~ Muhammad Akhir