
Gambar; M.D. La Ode (Ahli Politik Etnisitas / Sekjen DPP FSBN)
Temuidnews, NASIONAL – Ambruknya Indonesia ketika YM Jokowi jadi Presiden RI 10 tahun. Kesembrawutan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, tersebar di mana-mana level struktural pemerintahan dan masyarakat. Akibatnya Pribumi Nusantara diperbudak oleh bangsa asing ECI, EAT, dan lainnya menggunakan isu Rasisme, SARA, dan Diskriminasi, serta UU ITE pasal Ujaran Kebencian. Padahal semua regulasi itu esensinya bual.
Tetapi karena semua stake holders bungul dalam prinsip negara, arti Rasisme dan arti esensial SARA, serta eksistensi pasal Ujaran Kebencian, diterapkan lantaran dianggap benar. Cuma karena alasan negara dan warga negara sama di depan hukum. Pembuat regulasi itu bungul semuanya. Dia orang tak paham kalau di depan politik warga negara itu sifatnya struktural: WNI Pribumi Nusantara penguasa, sebaliknya WNI Non Pribumi dikuasai. Ini bela negara! Non Pribumi tak terima, silahkan cari negara lain. Tak perlu repot dengan mereka berdiskusi segala. Tapi kita patut repot dengan Pribumi Nusantara sebagai empunya NKRI. Era YM Jokowi, nasib psikologi politik Pribumi Nusantara benar-benar dikorbankan demi ECI, EAT, dan bangsa lainnya. Ini BUNGUL.
Untung ada YM Presiden Prabowo. Beliau maju dengan visi realisasi Pasal 33 UUD 1945. Dalam sejarah kemerdekaan baru diterapkan secara konsisten dan konkrit era beliau. Pribumi Nusantara terbangun. Ini empunya NKRI mengapa diperbudak demi memenuhi kepentingan psikologi politik bangsa lain. Beliau Jenderal Kopassus Pribumi totok Jawa-Minahasa, tak rela lihat bangsa Pribumi diperbudak begitu. Penjajahan dan perbudakan itu saat ini nyaris sirna. Dengan demikian Indonesia maju jika visi Pribumisme seperti YM Presiden Prabowo itu berjalan secara konsisten. Indikator yang ditunggu adalah 10 orang terkaya Indonesia adalah warga Pribumi Nusantara, bukan ECI seperti saat ini.
Point: Democracy base on value! Bukan Over Democracy atau Democracy Mbablas.
Salam Pribumi Tuan di Negeri Sendiri.
Tinggalkan Balasan