Foto: RIFLA FAZA EL-HAKIM, BA (Direktur Bidang Kemitraan dan Hubungan Internasional TEMUID INDONESIA)


Temuidnews, INDONESIA – Resminya TEMUID INDONESIA (Talenta Muda Inspiratif Indonesia) sebagai organisasi berbadan hukum menjadi babak baru dalam perjalanan organisasi. Capaian ini bukan sekadar pengakuan legalitas, melainkan juga fondasi untuk memperkuat eksistensi kelembagaan, meningkatkan kepercayaan, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.


Seiring dengan capaian tersebut, penguatan kemitraan strategis dan hubungan internasional menjadi salah satu agenda penting dalam arah pengembangan TEMUID INDONESIA. Dalam hal ini, Direktur Bidang Kemitraan dan Hubungan Internasional, Rifla Faza El-Hakim, memiliki peran dalam mendorong terbentuknya jejaring kelembagaan, membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan, serta menjajaki peluang kerja sama lintas sektor dan lintas negara.


Rifla mengatakan bahwa legalitas badan hukum yang telah dimiliki TEMUID INDONESIA perlu diikuti dengan langkah nyata untuk memperkuat kredibilitas organisasi dan memperluas ruang kolaborasi. Menurutnya, legalitas menjadi fondasi bagi organisasi untuk membangun hubungan kelembagaan secara lebih profesional, terarah, dan berkelanjutan.

“Resminya TEMUID INDONESIA berbadan hukum merupakan momentum penting untuk melangkah lebih jauh. Setelah fondasi kelembagaan terbentuk, langkah berikutnya adalah membangun kepercayaan, memperluas jaringan, dan menghadirkan kemitraan yang memiliki arah serta tujuan yang jelas. Kami ingin TEMUID INDONESIA tumbuh melalui kolaborasi dan menjalin hubungan yang memberikan nilai tambah bagi semua pihak,” ujar Rifla.

Dalam menjalankan fungsi direktorat, Rifla menjelaskan bahwa Bidang Kemitraan dan Hubungan Internasional akan berfokus pada pengembangan hubungan kelembagaan, pemetaan mitra strategis, penjajakan kerja sama, penguatan komunikasi antarlembaga, serta pembangunan jaringan kolaborasi dengan berbagai sektor.
Ruang lingkup kemitraan tersebut mencakup berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga pemerintah, pemerintah daerah, perguruan tinggi, perusahaan, yayasan, organisasi sosial, komunitas kepemudaan, hingga institusi lain yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan generasi muda.

Menurut Rifla, kemitraan tidak hanya dimaknai sebagai upaya memperbanyak relasi atau membangun hubungan formal antarlembaga. Lebih dari itu, kemitraan perlu diarahkan untuk menciptakan sinergi yang mampu menghasilkan program, akses, dan manfaat yang berkelanjutan bagi organisasi maupun generasi muda Indonesia. “Kemitraan yang baik bukan hanya dilihat dari banyaknya pihak yang terhubung, tetapi dari kualitas hubungan dan dampak yang dapat dihasilkan. Karena itu, kami ingin setiap kerja sama dibangun atas dasar kepercayaan, kesamaan visi, komunikasi yang terbuka, dan komitmen untuk mencapai tujuan bersama,” tutur Rifla.

Selain memperkuat jaringan nasional, pengembangan hubungan internasional juga menjadi bagian penting dari arah kerja direktorat. Di tengah perkembangan global yang semakin dinamis, konektivitas lintas negara dinilai dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, bertukar pengetahuan, memahami keberagaman budaya, serta memperoleh pengalaman dan perspektif baru.

Rifla menyampaikan bahwa TEMUID INDONESIA perlu mulai membangun komunikasi dan menjajaki peluang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan internasional, institusi pendidikan luar negeri, komunitas global, serta berbagai lembaga yang memiliki visi sejalan dalam pengembangan generasi muda. “Kami berharap TEMUID INDONESIA tidak hanya berkembang di tingkat nasional, tetapi juga mampu membangun hubungan dan kolaborasi di tingkat internasional. Ada banyak peluang yang dapat dikembangkan melalui koneksi lintas negara, mulai dari pertukaran gagasan dan pengetahuan hingga kolaborasi program. Potensi generasi muda Indonesia sangat besar dan perlu didukung dengan akses serta kesempatan yang lebih luas,” ungkap Rifla.

Ke depan, Bidang Kemitraan dan Hubungan Internasional akan mendorong sejumlah langkah strategis, antara lain pemetaan calon mitra, penjajakan kerja sama kelembagaan, penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), pengembangan program bersama, serta penguatan komunikasi dengan jejaring nasional dan internasional. Setiap peluang kerja sama akan diarahkan agar memiliki tujuan yang jelas, sesuai dengan kapasitas organisasi, dan dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan konkret.

Rifla menegaskan bahwa profesionalisme, integritas, keterbukaan, dan konsistensi merupakan prinsip penting dalam membangun kemitraan. Kepercayaan, menurutnya, tidak terbentuk hanya melalui pertemuan atau kesepakatan formal, tetapi perlu dijaga melalui komunikasi yang baik dan komitmen dalam menjalankan kerja sama. “Kami berkomitmen untuk membangun kemitraan yang tidak berhenti pada seremoni atau penandatanganan dokumen. Hal yang lebih penting adalah bagaimana kerja sama tersebut dapat diwujudkan dalam program yang relevan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi semua pihak,” tegas Rifla.

Melalui penguatan kemitraan dan hubungan internasional, TEMUID INDONESIA diharapkan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan potensi generasi muda dengan berbagai peluang pengembangan. Kolaborasi dengan mitra dari beragam sektor dapat membuka ruang kontribusi yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, kepemimpinan, kewirausahaan, inovasi, pemberdayaan masyarakat, maupun bidang lainnya.

Rifla berkomitmen untuk terus mendorong perluasan jejaring dan membangun hubungan strategis yang selaras dengan visi serta misi TEMUID INDONESIA. Ia berharap momentum setelah organisasi resmi berbadan hukum dapat dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi kelembagaan sekaligus menghadirkan kolaborasi yang memberi dampak positif secara berkelanjutan.

Dari legalitas menuju kepercayaan, dari kemitraan menuju kolaborasi, dan dari jejaring nasional menuju konektivitas global. Dengan semangat tersebut, TEMUID INDONESIA siap memperluas langkah dan membangun peluang bersama demi masa depan talenta muda Indonesia.

Tinggalkan Balasan